Tampilkan postingan dengan label refleksi diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label refleksi diri. Tampilkan semua postingan
Senin, 17 Desember 2012
Bukan yang Itu Sayang.........
Kerling malam kembali bertebar
dilamun asa yang kian merona dan menggelinjang
uhhh,.... desah itu tak kunjung padam
tetap menanti aroma dan penuhi rongga dahaga
tenggelam dalam lautan yg tak jelas kedalamannya
terkapar dalam liang sempit yg tak berwarna
uhhhhhh,......desah itu kian panjang
menutup semua gambar tanpa makna dan tanpa cerita
bukan itu mauku sayang...
bukan acuhmu
bukan diammu
bukan hanya elusan tanpa tangan nirwana
tapi derai romansa yg hangat dan penuh pesona
seperti yg dulu kau bawa
terbungkus dalam daun segar dan berpita warna jingga
sentuh hatiku....
bukan hanya ragaku
sentuh hatiku
dengan tulus jiwamu
bukan sayang, bukan yang itu......
Label:
Cinta,
galau,
puisi,
refleksi diri,
rindu
Kelebat Bayang
Apakah itu kamu?
Yang pernah lelap dalam hatiku
Yang dulu singgah mengusik resahku
Yang slalu bisa redam lakuku
Benarkah itu kamu?
Yang melompat masuk dalam segala mimpi
Menodai harap tanpa batas kendali
Yang menyeret langkah walo tak pernah pasti
Ternyata memang kamu
dengan semerbak bau yang kumau
kerlingan mata nakalmu
dan desingan kata yg menohok telak di rasaku
DearaPoems, 150411, 23:00
Meralat rasa
Berjejalan dalam benak, gemuruh yang tak enak
mengkungkung rasa kantuk yang tak nyenyak
membuat pikatmu berasa pukat
tak suka aku mengecap manismu
Biar belai manja jadi sampah saja
otak tak mau lagi menyimpannya sebagai romansa
anggap saja rayuan sesat setan hutan rimba
karna layakmu hanya disana
Berbisik lagi gerah di sudut penat
mengalirkan rasa yang bernama risi
mengais lembut nyamanku menjadi benci
tak mau aku denganmu lagi
Dearapoems, 160411, 10:39
Rabu, 12 Desember 2012
Kau selalu ada untukku
Rabb ku,
Betapa Kau sangat mencintaiku
Memberiku semua hal yang ku perlu
membiarkanku tersenyum setiap waktu
Namun ternyata,
aku yang dungu, tergugu dalam dunia yang palsu
terikat pada kata dan bujuk rayu
menuai segala godam yang siap membuat pilu
Dan bila Kau kembali sadarkanku,
Aku kembali menangis dalam risau panjang
menyesali segala macam kebodohan
menistakan semua laku yang terlanjur tertuang
Rabb, Jika Kau marah mungkin saja Kau akan menghukumku
dengan semua kuasa dan laksa yang Kau mau
tapi ku tahu Kau masih sangat mencintaiku
dan akan selalu membawaku kembali
dalam jalan yang Kau maui
dalam lintas yang jadi takdirku
Rabb, sekali lagi
ampuni kedunguanku
tolong rengkuh aku lagi, seperti dulu
#dearapoem, 121212
tertuang dalam penyesalan panjang
Betapa Kau sangat mencintaiku
Memberiku semua hal yang ku perlu
membiarkanku tersenyum setiap waktu
Namun ternyata,
aku yang dungu, tergugu dalam dunia yang palsu
terikat pada kata dan bujuk rayu
menuai segala godam yang siap membuat pilu
Dan bila Kau kembali sadarkanku,
Aku kembali menangis dalam risau panjang
menyesali segala macam kebodohan
menistakan semua laku yang terlanjur tertuang
Rabb, Jika Kau marah mungkin saja Kau akan menghukumku
dengan semua kuasa dan laksa yang Kau mau
tapi ku tahu Kau masih sangat mencintaiku
dan akan selalu membawaku kembali
dalam jalan yang Kau maui
dalam lintas yang jadi takdirku
Rabb, sekali lagi
ampuni kedunguanku
tolong rengkuh aku lagi, seperti dulu
#dearapoem, 121212
tertuang dalam penyesalan panjang
Senin, 10 Desember 2012
Tergilas Beribu Penat
Malam kembali datang menawarkan gelap yang tak biasa
hadirkan bermacam nelangsa yang menusuk-nusuk jiwa
membuat logika porak-poranda dihantam ribuan rasa
selalu begitu, tak pernah berlalu
Dan malam kembali membuat kutermangu
mengurai laku yang membuatku merasa pilu
bukankah sering kukatakan, bahwa hati itu bukan sekedar tempat persinggahan
yang bisa didatangi saat kehujanan,
dan ditinggalkan saat panas terentang
Kembali terpekur dalam segenap kelelahan
berdegup semua sesak yang datang
berbias beribu kepenatan.
#dearapoem, 101212
hadirkan bermacam nelangsa yang menusuk-nusuk jiwa
membuat logika porak-poranda dihantam ribuan rasa
selalu begitu, tak pernah berlalu
Dan malam kembali membuat kutermangu
mengurai laku yang membuatku merasa pilu
bukankah sering kukatakan, bahwa hati itu bukan sekedar tempat persinggahan
yang bisa didatangi saat kehujanan,
dan ditinggalkan saat panas terentang
Kembali terpekur dalam segenap kelelahan
berdegup semua sesak yang datang
berbias beribu kepenatan.
#dearapoem, 101212
Langganan:
Postingan (Atom)

